Harry potter dan pangeran berdarah
campuran
Penulis : J. K Rowling
Judul
asli :
Harry Potter and the Order of the
Pheonix
Penerjemah :
Listiana Srisanti (dari versi Inggris
Raya)
Ilustrator :
● Mary
GrandPré (Amerika Serikat)
●
Jason
Cockcroft (UK)
●
Versi
Indonesia mengikuti versi AS
Negara : Inggris Raya
Bahasa : Indonesia
Serial : Harry
Potter
Genre : Fiksi,
Fantasi
Penerbit : Gramedia
Pustaka Utama
(serentak di berbagai negara dunia,
termasuk Indonesia)
Media : Kertas
Halaman : 816 halaman
ISBN : ISBN 979-22-1763-0
Seri
sebelumnya : Harry
Potter dan Orde Pheonix
Seri
lanjutan :
Harry Potter dan Relikui Kematian
Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, dirilis pada 8 Januari 2006
untuk versi bahasa Indonesia dan 16 Juli 2005
di negara-negara berbahasa Inggris dengan judul Harry Potter and the
Half-Blood Prince, adalah buku keenam dari tujuh novel yang
direncanakan mengenai kisah populer karya J. K. Rowling, seri Harry Potter.
Kisah ini dilatarbelakangi pada waktu Harry Potter
berada pada tahun keenam sekolahnya di Hogwarts. Novel ini mengisahkan masa lalu Lord Voldemort dan persiapan Harry Potter untuk
pertarungan terakhir, dan dibumbui dengan berkembangnya hubungan romantis di
antara karakter-karakternya. Dalam 24 jam, buku ini terjual 6,9 juta buku di Amerika Serikat saja, atau 287.564 buku per jam,
dan menjadikannya buku tercepat yang terjual sepanjang sejarah. Edisi bahasa
Indonesia terjual sebanyak 53 ribu buku pada saat peluncurannya[1][2]. Buku ini dipersembahkan kepada
Mackenzie, putri Rowling yang lahir di tengah-tengah penulisan buku ini.
SINOPSIS
Voldemort dan para "Pelahap Maut"-nya secara
terang-terangan melakukan kekacauan besar di seluruh negara Britania Raya|Inggris.
Cornelius Fudge didepak dari posisinya sebagai Menteri Sihir atas 'teriakan'
komunitas sihir atas kesalahannya menangani masalah Voldemort ini. Ia
digantikan oleh Rufus Scrimgeour sebagai Menteri Sihir yang baru. Dalam rezim
yang baru ini, dibentuk struktur departemen yang baru dan Arthur Weasley
mendapatkan kenaikan jabatan. Hal ini dengan segera meningkatkan kondisi
finansial keluarga Weasley.
Di rumahnya di Spinner's End, Severus Snape mendapatkan
kunjungan dari ibu Draco Malfoy, Narcissa dan kakaknya, Bellatrix Lestrange.
Narcissa memaksa Snape melakukan Sumpah Tak-Terlanggar, agar Snape melindungi
Draco dan, bila tugas Draco gagal, Snape harus menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh sang Pangeran Kegelapan.
Pada pesta memulai tahun ajaran baru, Snape diumumkan telah
diangkat sebagai guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang baru, hal yang sangat
mengherankan bagi kebanyakan murid Hogwarts, khususnya karena selama
bertahun-tahun ia tidak berhasil mendapatkan posisi itu. Mempergunakan Harry Potter,
Albus Dumbledore berhasil membujuk kawan guru lamanya, Horace Slughorn, untuk
mengakhiri masa pensiunnya, dan kembali mengajar di jabatan lamanya, sebagai
guru Ramuan.
Karena Slughorn hanya meminta nilai minimal "E" ("Exceed
Expectations"-"Di Luar Dugaan") dalam ujian O.W.L. untuk
melanjutkan ke kelas lanjutan ([N.E.W.T.) Ramuan, Harry dan Ron berkesempatan
untuk mendaftar di kelas itu. Slughorn meminjamkan Harry buku teks tua
"Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan" yang bertuliskan nama pemiliknya,
"Pangeran Berdarah Campuran". Catatan-catatan kecil dari pemilik buku
yang berbakat itu membantu Harry menjadi unggul di kelas Ramuan, dan
mendapatkan reputasi melebihi Hermione. Sebagai hadiah, Slughorn memberikannya
hadiah sebotol kecil Felix Felicis, cairan keberuntungan.
Harry menceritakan kecurigaannya, bahwa Draco Malfoy mungkin
adalah seorang Pelahap Maut, kepada Dumbledore, yang tampaknya tidak kuatir,
sama seperti Ron dan Hermione. Belakangan, diketahui bahwa Dumbledore sudah
menyuruh Snape untuk menyelidiki.
Sesaat ketika Ron dan Hermione tampaknya akan segera memiliki
hubungan 'khusus', Ron malah mulai berkencan dengan Lavender Brown - walaupun
hal ini hanya sekedar untuk membalas Hermione, yang Ron baru ketahui, dahulu
pernah berciuman dengan Viktor Krum. Ron dan Hermione terus-menerus bercekcok
satu sama lain hingga saat ketika Ron secara tidak sengaja meminum racun.
Hermione sangat terguncang hingga ia dan Ron mengakhiri perselisihan mereka,
dan Ron segera memutuskan hubungannya dengan Lavender.
Dumbledore mulai memberikan Harry pelajaran privat. Pelajaran ini
berupa pengetahuan mengenai masa lalu Voldemort dan diberikan dalam bentuk
memasuki kopi memori-memori orang-orang yang pernah berkaitan dengan masa lalu
Voldemort ini, menggunakan alat sihir semacam baskom, Pensieve. Salah satu
memori yang merupakan kopi dari memori Slughorn memiliki bagian yang hilang.
Dumbledore menugasi Harry untuk mengusahakan memori itu dari Slughorn. Dibantu
dengan cairan Felix Felicis, Harry akhirnya berhasil mendapatkan potongan
memori itu dari Slughorn. Dumbeldore berspekulasi bahwa Voldemort telah membagi
jiwanya menjadi tujuh bagian, dan menyimpan enam bagian dari jiwanya dalam
"Horcrux" untuk memastikan bahwa dirinya hidup abadi, sementara
bagian ketujuh tetap ada di tubuhnya. Dua Horcrux telah dihancurkan, yang
pertama adalah buku harian Tom Riddle yang dihancurkan oleh Harry dan cincin
milik Marvolo Gaunt oleh Dumbledore.
Pada masa ini, Harry dan Ginny Weasley memulai hubungan cinta
mereka.
Ketika Harry dan Dumbledore akan pergi untuk mencari Horcrux
selanjutnya, Harry meninggalkan sisa cairan Felix Felicisnya kepada Ron,
Hermione, dan Ginny, setelah ia menduga bahwa Draco Malfoy akan melakukan
sesuatu lagi. Setelah dengan cepat menyuruh mereka berpatroli di koridor, Harry
ber-Disapparate bersama Dumbledore ke sebuah gua rahasia tersembunyi.
Untuk mendapatkan Horcrux itu (sebuah liontin kalung warisan Salazar
Slytherin), kondisi Dumbledore menjadi sangat lemah akibat harus meminum
semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut. Mereka segera kembali ke puri
Hogwarts dan menemukan Tanda Kegelapan Voldemort berpendar melayang-layang di
atas Hogwarts. Mereka disergap Draco Malfoy di atas Menara Astronomi.
Dumbledore memantrai Harry yang saat itu tersembunyi di bawah Jubah Gaibnya,
sesaat sebelum Draco berhasil melucuti tongkat sihir Dumbledore. Draco mengakui
bahwa ia telah membukakan jalan bagi para Pelahap Maut untuk memasuki Hogwarts,
walaupun Dumbledore menemukan bahwa anak laki-laki yang nyata-nyata ketakutan
itu telah terpaksa untuk membantu anak buah Voldemort.
Para Pelahap Maut tiba dan mendesak Draco untuk menyelesaikan
misinya-membunuh Dumbledore-tetapi Draco ragu-ragu. Snape tiba; Dumbledore
memohon kepada Snape, "Severus... tolong...", namun tidak jelas apa
yang diminta Dumbledore kepada Snape itu. Setelah itu, tiba-tiba Snape membunuh
Dumbledore dengan kutukan pembunuh Kutukan Tak-TermaafkanAvada Kedavra (Kutukan
Pembunuh)Avada Kedavra. Kekuatan kutukan itu melemparkan Dumbledore melampaui
tembok menara. Tewasnya Dumbledore, menyebabkan manteranya yang menahan Harry
terangkat. Harry terbebaskan dan mengejar Snape. Keduanya berduel singkat,
Snape memperkenalkan dirinya sebagai sang Pangeran Berdarah-Campuran, dan
berdua dengan Malfoy, Snape berhasil meloloskan diri melalui gerbang Hogwarts.
Harry menemukan Horcrux liontin kalung di tubuh Dumbledore dan
mendapati bahwa itu adalah Horcrux palsu. Di liontin itu, di tempat untuk
meletakkan foto, ditemukan secarik perkamen dengan catatan yang menyebut
penulisnya dengan inisial "R.A.B.". Horcrux yang asli telah dicurinya
dan akan dihancurkan dengan harapan bahwa saat Voldemort bertemu tandingannya,
Voldemort "sudah jadi orang biasa lagi, yang bisa mati".
Tahun ajaran berakhir suram dengan pemakaman Dumbledore. Profesor
McGonagall, Wakil Kepala Sekolah, menjadi Kepala Sekolah sementara, sementara
sekolah mungkin akan ditutup selanjutnya. Bagaimanapun juga, Harry telah
memutuskan untuk meninggalkan sekolahnya di Hogwarts untuk mencari sisa Horcrux
lainnya. Ron dan Hermione berjanji untuk menyertai Harry. Harry memutuskan
hubungannya dengan Ginny untuk melindungi Ginny dari Voldemort. Selama beberapa
bulan yang akan datang, Harry akan tetap tinggal bersama keluarga Dursley,
memenuhi keinginan Dumbledore. Kemudian, ketiga sahabat itu akan memulai misi
mereka, setelah mereka menghadiri satu peristiwa bahagia terlebih
dahulu-pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour.
FILM
Sutradara :
David Yates
● David Barron
Penulis : ● Novel
by J. K Rowling
Pemeran : Daniel Radcliffe,
Rupert Grint,
Emma Watson,
● Tema by : John Williams
Sinematografi : Bruno Delbonnel
Penyunting : Mark Day
Studio : Heyday Films
Distributor :
Warner Bros
Durasi : 153
menit
Negara : Amerika
Inggris
Bahasa : Inggris
Pendapatan : $126.036.627
Preskuel : Order of the Pheonix
Skuel :
Deathly Hallows
Harry Potter and the Half-Blood Prince adalah film keenam dari seri film Harry Potter
yang didasarkan pada novel berjudul
sama karya J. K. Rowling. Film
ini disutradarai oleh David
Yates yang juga menyutradarai film kelima, The
Order of the Phoenix. Produser film adalah David
Heyman dan David Barron[5], dengan Steve
Kloves sebagai penulis skenario film, yang juga menulis skenario
empat film pertama.[6] Pengambilan gambar dimulai pada 24
September 2007 dan film ini dirilis di bioskop-bioskop seluruh dunia pada 15
Juli 2009. Di Indonesia, film ini dirilis pada 16 Juli 2009.
Film ini dibuka dengan kesuksesan komersial dan memecahkan rekor
pendapatan film pembukaan terbesar sepanjang masa. Dalam lima hari film ini
juga memecahkan rekor pendapatan lima hari terbesar dari seluruh dunia. Film ini
juga didedikasikan untuk aktor Rob Knox,
yang memerankan Marcus Belby dalam film ini, dan terbunuh pada Mei 2008.
PEMAIN
v Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter.
Harry Potter sekarang memasuki tahun keenam di Hogwarts, pada periode dunia
penyihir dalam peperangan.
v Rupert Grint sebagai Ron Weasley, salah
satu sahabat Harry. Walaupun ia jelas-jelas menunjukkan ketertarikan dengan
Hermione, ia juga berkencan dengan Lavender Brown yang belakangan diabaikannya.
v Emma Watson sebagai Hermione Granger,
salah satu sahabat Harry, yang memiliki perasaan kepada Ron dan menjadi cemburu
terhadap Lavender Brown. Watson berniat untuk tidak turut dalam film keenam,
tapi akhirnya memutuskan bahwa "plusnya lebih banyak daripada
minusnya" dan tidak dapat melihat orang lain yang memerankan Hermione.
v Jim Broadbent sebagai Horace Slughorn,
mantan guru Ramuan Hogwarts yang setuju untuk kembali mengajar. Broadbent
menyatakan kostum-kostumnya "tebal-tebal" dan karakternya seperti
"komik",sementara Radcliffe mencatat bahwa "tragedi [Slughorn]
akan lebih besar ketimbang komedinya".
v Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange,
salah satu Pelahap Maut utama
Voldemort, kakak dari Narcissa Malfoy dan bibi dari Draco. Peran karakter ini
di film lebih besar ketimbang di buku aslinya.
v Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid,
pengawas binatang di Hogwarts dan guru Pemeliharaan Satwa Gaib di sekolah itu,
serta merupakan teman pertama Harry di dunia sihir.
v Tom Felton sebagai Draco Malfoy,
pesaing Harry, yang dicurigai Harry memiliki tugas dari Voldemort. Draco adalah
putra dari Lucius dan Narcissa Malfoy, dan keponakan dari Bellatrix Lestrange.
v Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore.
Seorang penyihir legendaris dan kepala sekolah Hogwarts. Pengungkapan mengenai
seksualitas Dumbledore membawa Gambon bergaya seperti kebanci-bancian di
sekitar set film ketika sedang tidak ada pengambilan gambar, tetapi
penampilannya di layar film tetap tidak berubah seperti film-film sebelumnya.
v Helen McCrory sebagai Narcissa Malfoy,
ibu Draco dan adik perempuan Bellatrix. McCrory pada mulanya terpilih sebagai
pemeran Bellatrix Lestrange dalam Order of the Phoenix, tetapi terpaksa
mundur karena sedang hamil. Naomi Watts juga
sebelumnya dilaporkan menerima peranan ini, tapi ditolak oleh agennya.
v Alan Rickman sebagai Severus Snape,sebelumnya
guru Ramuan, tapi akhirnya berhasil mencapai cita-citanya sebagai guru
Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.
v Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall,
guru Transfigurasi, deputi kepala sekolah Hogwarts, dan kepala Gryffindor.
McGonagall adalah salah satu anggota Orde Phoenix.
v Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew,
mantan kelompok teman ayah Harry, James, yang mengkhianati mereka kepada
Voldemort. Sekarang menjadi salah satu Pelahap Maut utama Voldemort, walaupun
ilmu sihirnya lemah. Ia memiliki nama panggilan "Wormtail".
v David Thewlis sebagai Remus Lupin,mantan
guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Lupin adalah seorang serigala jadi-jadian
(werewolf) dan anggota dari Orde Phoenix.
v Julie Walters sebagai Molly Weasley, ibu
Ron dan Ginny. Ia menganggap Harry sebagai salah satu putranya.
v Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley,adik
Ron, sekarang tahun kelima di Hogwarts, dan berpacaran dengan Harry. Selain di Chamber
of Secrets, ini adalah pertama kalinya karakter ini diberi peranan yang
sama besarnya sesuai dengan di buku.
v Hero Fiennes-Tiffin dan Frank
Dillane berperan sebagai Tom Riddle, anak yang kelak menjadi Lord
Voldemort, pada usia sebelas dan remaja. Tiffin adalah keponakan dari Ralph Fiennes, yang memerankan Voldemort dewasa
di film keempat dan kelima.Christian Coulson, yang memerankan Riddle di Chamber
of Secrets, sebelumnya menyatakan keinginannya untuk turut dalam
film ini,namun Yates menyatakan bahwa Coulson sudah terlalu tua, hampir 30
tahun, untuk dapat memerankan Tom Riddle remaja.
v Jessie
Cave sebagai Lavender Brown,pacar baru Ron. Watson
menggambarkan Jessie Cave sebagai "pemeran yang sempurna, "walaupun
Cave tidak menghadiri audisi terbukanya.
v Dave
Legeno sebagai Fenrir Greyback, seorang serigala
jadi-jadian (werewolf) kejam yang sangat ditakuti di dunia sihir.
PERBEDAAN BUKU DENGAN FILM
v Di buku pada saat bab 27 : menara tersambar petir harry dan dumbledore ber-apparate dari gua ke hogsmeade tetapi di film harry dan dumbledore langsung berada di menara astronomi sehingga peran madam rosmerta di hilangkan.
v Di buku pada bab 27 : menara tersambar petir , perbincangan draco malfoy dan dumbledore lama sekali , tetapi di film cukup lama ,dan di buku harry berada di jubah gaib pada saat draco berbicara dengan dumbledore tetapi di film harry bersembunyi di tangga yang menuju menara astronomi , jadi seharusnya snape tidak menghentikan harry pada saat ingin menyelamatkan Dumbledore.
v Di buku harry mengucapkan 2 mantra pada saat melawan snape yaitu levicorpus dan sectusempra sedangkan di film harry hanya menyebutkan sectusempra saja , baru snape berbicara " yes , i'am the half-blood prince .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar