DUNIA SIHIR HARRY POTTER
Blog ini berisi informasi mengenai Harry Potter
JAM DAN TANGGAL
Sabtu, 16 Januari 2016
DISABILITY IS WONDERFUL: Disability? It's Special and Exceptional - Difabel...
DISABILITY IS WONDERFUL: Disability? It's Special and Exceptional - Difabel...: Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan hamba-Nya dalam keadaan yang berbeda-beda. Ada yang diciptakan dalam keadaan fis...
Rabu, 02 Mei 2012
HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS
HARRY
POTTER
Dan
relikui kematian
Penulis : J. K Rowling
Judul
asli :
Harry Potter and the Deathly Hallows
Penerjemah :
Listiana Srisanti (dari versi Inggris
Raya)
Ilustrator :
● Mary
GrandPré (Amerika Serikat)
●
Jason
Cockcroft (UK)
●
Versi
Indonesia mengikuti versi AS
Negara : Inggris Raya
Bahasa : Indonesia
Serial : Harry
Potter
Genre : Fiksi,
Fantasi, Laga, Misteri
Penerbit : ● Gramedia Pustaka Utama
(Indonesia)
Tanggal
terbit : ● 13 Januari 2008 (hardcover)
● 26 Januari 2008 (softcover)
Media : Kertas
Halaman : ● Inggris : 608 halaman
●
Amerika : 759 halaman
●
Indonesia : 999 halaman
ISBN : ISBN
Seri
sebelumnya : Harry
Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
Seri
lanjutan :
Tidak Ada
Harry Potter dan Relikui Kematian (Inggris: Harry Potter and the Deathly Hallows) adalah buku
ketujuh dan terakhir dari seri novel Harry Potter oleh J. K. Rowling.
Versi terjemahan dalam bahasa Indonesia ini akan diterbitkan dalam versi hardcover
dan softcover, masing-masing pada 13 dan 26 Januari 2008. Sebelumnya,
versi bahasa Inggris Deathly Hallows, diluncurkan secara serentak di
seluruh dunia di 93 negara[, pada tanggal 21
Juli 2007, satu menit setelah tengah malam (00:01), British Summer
Time.
Judul buku ini diumumkan pada 21 Desember 2006 melalui situs web Rowling, dan dikonfirmasikan tak lama kemudian oleh
penerbitnya. Rowling menyatakan bahwa seri terakhir ini berkaitan erat dengan
buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, yang menurutnya "hampir seperti dua
bagian dari satu novel".[4] Rowling meninggalkan sebuah pernyataan yang ditandatangani, tertulis di
sebuah patung dada pualam di Hotel Balmoral, Edinburgh, yang menyatakan;
"JK Rowling telah selesai menulis
Harry Potter and the Deathly Hallows di ruangan ini (652) pada 11 Januari 2007."
"Walaupun saya menyukai setiap buku
Potter sebelumnya, 'Deathly Hallows' adalah favorit saya, dan ini adalah sebuah
cara yang sangat menyenangkan untuk menyelesaikan serial ini."
Buku ini mendapat predikat best-seller
di Amazon dan Barnes and Noble hanya
beberapa jam setelah tanggal peluncurannya diumumkan.
Synopsis
*Meninggalkan rumah Dursley*
Harry
Potter memasuki umur 17 tahun di
mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun,
Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga
Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur
kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan
Harry untuk melindungi dirinya sendiri.
Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi
mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk
menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir
baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera
perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang
dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang
aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam
perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah
keluarga Weasley, the
Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.
Beberapa hari kemudian, Menteri
Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley lalu dan memberikan
warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat
seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku cerita
anak-anak penyihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap
Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang
Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa
pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu
muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada
penutup" (bahasa
Inggris: "I open at the
close"). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore
meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai
bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka
menemukan semua Horcrux Lord Voldemort.
*Pencarian Horcrux*
Dalam resepsi
pernikahan Bill Weasley
dan Fleur Delacour,
Patronus
dari Kingsley
Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir
telah jatuh dan para Pelahap Maut
sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate,
dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di
Grimmauld Place nomor dua belas,
rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa
ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki
nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B."
yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir
laut yang tersembunyi. Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di
antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher
merujuk Mundungus
Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah
dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu
Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir
menggunakan samaran Ramuan Polijus.
Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya,
tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.
Ketiga sahabat itu
melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin
itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil
mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh
kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang
aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari
pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena
ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry
dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow
untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Nagini.
Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan
tongkat sihir Harry.
Di Hutan Dean,
Harry melihat sebuah Patronus
berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah.
Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika
Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang
tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha
mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan
Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu,
mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron
memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi
dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan
tempatnya bersembunyi akan tersingkap..
*Relikui Kematian*
Ketiga sahabat pergi
mengunjungi Xenophilius
Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang
pernah mereka lihat dari tato Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol
yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu
adalah simbol dari Relikui Kematian (the Deathly Hallows), tiga
benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat
sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan
(Sorcerer Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan
Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan
bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh
para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil
melarikan diri.
Beberapa pemburu
harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara
ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy,
bersama-sama dengan Luna Lovegood,
Dean Thomas, Ollivander
si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook.
Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange
mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott.
Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby
berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan
menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew
turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang
mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya. Cengkeraman Pettigrew
melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati
sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk
menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan
mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka
berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum
mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh
Dobby.
Di kediaman Bill,
Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan
bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika
pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga
sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange.
Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil
Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor,
karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan
ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini,
Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari
sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan
menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung
dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang
disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux
di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.
*Pertempuran Hogwarts*
Di Hogsmeade,
Aberforth Dumbledore
membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry
memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang
menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni
Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang.
Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks, dan Colin Creevey.
Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2]
Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff.
Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan.
Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre
yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri dan juga menghancurkan
mahkota itu.
Pikiran Harry
terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack.
Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat
digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu
setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore. Voldemort yakin bahwa dengan membunuh
Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini
untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh
sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa
Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada
Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak
lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh
Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan
juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh
kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang
mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan
dapat dibunuh selama Harry masih hidup.
Pasrah akan nasibnya,
Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang
di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk
dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan.
Harry memanggil arwah dari orang tuanya,
Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke
tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra,
mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan
tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan
menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah
dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti
Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka
Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh
Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan
ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia"
atau kembali hidup di dunia.
Harry memilih hidup
kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh Hagrid untuk
membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas
kembali, Harry memakai Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini,
menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para
Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut dalam pertempuran
melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di
dalam kastil, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort;
sementara Ginny,
Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange.
Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke
pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan
Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan
dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa
Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara
Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika
Harry belakangan merebut tongkat Draco setelah mengalahkannya, ia sendiri menjadi
pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder.
Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan
Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga
kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.
Setelah pertempuran
berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan
menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu
bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan
Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry
kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam
seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya.
Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya
untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang patah, karena Harry merasa
lebih nyaman menggunakan tongkat miliknya sendiri.
*Epilog*
Sembilan belas tahun
kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga
anak bernama James Sirius,
Albus Severus,
dan Lily Luna.
Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo.
Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun
King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun
pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah
di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.
Anak baptis Harry
yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berpapasan dengan
Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy
tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia
sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."
Harry juga melihat
Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan
kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.
Harry menenangkan
Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. memberitahu bahwa Severus Snape,
dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang
yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.
Buku ini diakhiri
dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama
sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan
dengan baik.
Film
PART 1
Sutradara :
David Yates
● David Barron
● J.K
Rowling
Penulis : ● Novel
by J. K Rowling
● Tema by : John Williams
Sinematografi : Alexandre
Desplat
Penyunting : Mark Day
Studio : Heyday Films
Distributor : Warner Bros
Durasi : 146
menit
Negara : Amerika
Inggris
Bahasa : Inggris
Anggaran : $250 juta
Pendapatan : $956.399.711
Preskuel : Half-Blood Prince
Skuel : Deathly Hallows 2
PART 2
Sutradara :
David Yates
● David Barron
● J.K
Rowling
Penulis : ● Novel
by J. K Rowling
● Tema by : John Williams
Sinematografi : Eduardo Serra
Penyunting : Mark Day
Studio : Heyday Films
Distributor : Warner Bros
Durasi : 146
menit
Negara : Amerika
Inggris
Bahasa : Inggris
Anggaran : $250 juta
Pendapatan : $1,268,711,640
Preskuel : Deathly
Hallows 1
Skuel : Tidak Ada
Harry Potter and the Deathly Hallows – Bagian
2 adalah film fantasi epik 2011[2][3] yang disutradarai oleh David Yates. Film
merupakan adaptasi dari novel karangan J.K Rowling, Harry Potter dan Relikui Kematian dan merupakan film bagian dua. Film merupakan sekuel dari The Deathly Hallows Bagian 1. Film ini dirilis pada tanggal 13 Juli 2011.
Pemain
Langganan:
Postingan (Atom)